Hallo Teman-teman Semua Apa Kabarnya? Kunjungi terus dan Tinggalkan Komentar membangun yia di Blog Aku! :) :)

WILAYAH SUMBAR DICAPLOK RIAU


Pemerintah Provinsi Riau diduga telah mencaplok sebagian wilayah Sumbar yang berada di Kabupaten Limapuluh Kota, dengan membangun gapura di Nagari Tanjungpauh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Pembangunan gapura berasitektur khas Melayu, lengkap dengan perahu lancang kuning tersebut, sudah dilakukan sejak setahun lampau.

Saat gapura atau tugu selamat datang itu dibangun, Pemerintah Nagari Tanjungpauh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru bersama masyarakat setempat, sudah pernah menyampaikan keberatan. Bahkan mereka juga sudah memberitahu kepada Pemprob Sumbar dan Pemkab Limapuluh Kota.

"Kami merasa keberatan, karena pembangunan gapura itu berada di atas wilayah Nagari Tanjungpauh atau sekitar 1,2 kilometer dari tapal batas sebelumnya," kata Wali Nagari Tanjungpauh Taufik JS didampingi tokoh masyarakat setempat Masrul Salim kepada wartawan Rabu (16/2) lampau.

Menurut Taufik JS, surat keberatan terkait pembangunan gapura oleh pemerintahan Riau dan masalah pemindahan tapal batal Sumbar-Riau secara sepihak, sudah mereka kirim sebanyak tiga kali kepada pemerintah Sumbar dan Pemkab Limapuluh Kota. Masing-masing tanggal 8 Januari 2010, 28 Januari 2010, dan 9 Januari 2011.

"Surat kami layangkan secara berjenjang mulai dari Bamus Nagari Tanjungpauh, Camat Pangkalan Koto Baru, Bupati Limapuluh Kota, sampai Gubernur Sumbar. Namun Pemerintah seolah tidak mempedulikan keluhan kami tersebut, sementara pembangunan gapura yang kami pertanyakan itu terus dilanjutkan,” ungkap Taufik JS.

Dikatakan Taufik, walau secara garis kultural, antara Kabupaten Limapuluh Kota dengan wilayah Riau terutama Kabupaten Kampar, tidak bisa dipisahkan satu-sama lainnya. Namun persoalan tapal-batas yang dibangun pemerintah Riau, tetap saja tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele.

"Ini adalah masalah serius. Jika tidak diselesaikan dengan jelas, pasti akan terus menimbulkan masalah. Apalagi, dengan adanya gapura sekarang, wilayah nagari kami tentu akan berkurang karena dianggap Riau sebagai wilayahnya. Padahal, bagi anak nagari kami, wilayah di sekitar gapura yang dibangun Riau, digunakan untuk lahan perekonomian," ulas Taufik.

Makanya, Taufik JS bersama Masrul Salim berharap kepada Pemprov Sumbar dibawah kepemimpinan Irwan Prayitno dan Muslim Kasim untuk turun tangan, menyelesaikan persoalan tapal batas dimaksud. "Kami sangat berharap, Pak Gubernur turun tangan. Begitupula dengan Pemkab Limapuluh Kota," kata mereka.

Secara terpisah, Ketua DPRD kabupaten Limapuluh Kota Darman Sahladi mengaku sudah mendengar adanya kelurahan dari warga Tanjungpauh, terkait pembangunan gapura oleh pemerintah Riau di nagari mereka. "Namun hal itu belum bisa kita pastikan, kalau Riau mengambil wilayah Sumbar. Bisa jadi juga pembangunan gapura di wilayah Sumbar, dilakukan Riau karena disana nilai estetika-nya yang paling tepat," kata Darman.

Kendati demikian, Darman Sahladi mengaku akan segera membahas persoalan ini dengan lembaga DPRD, untuk selanjutnya berkordinasi dengan Pemkab Limapuluh Kota dan Pemprov Sumbar.

HOTEL YURIKO BUKITTINGGI "TAPANGGANG"


Hotel Yuriko Bukittinggi yang terletak di Jl. Sudirman, tepatnya di simpang kangkung, Bukittinggi ... terbakar Jumat (18/02/2011) pukul 13.00 WIB.

Pihak pemadam kebakaran dari kota bukittinggi dan kabupaten agam, masih terus mengupayakan pemadaman. Belum diketahui penyebab kebakaran dan kerugian yang dialami.

Namun para petugas pemadam masih terlihat terus melakukan upaya pemadaman menuju sumber api pada lantai dua hotel.

HALO MATAHARI MUNCUL LAGI DI PADANG


PADANG - Halo Matahari yang kemarin kembali muncul di langit Padang sempat membuat heboh warga. Ada yang memotret fenomena alam itu, tapi tidak sedikit juga yang takut dan khawatir terjadi musibah.

Pantauan Singgalang, di halaman gubernuran Sumbar kemarin, beberapa orang peserta dan panitia sebuah diskusi asyik mengabadikan fenomena alam itu dengan kamera digital atau kamera hanphone. Walaupun sulit melihat ke langit yang begitu terang, tidak menyurutkan niat mereka untuk mengabadikan kejadian tersebut.

Bahkan, salah seorang dari mereka dengan gembira berseru senang ketika bisa mengambil dengan baik momen tersebut.
Namun kondisi itu tidak berlangsung lama, karena ada seorang pria dengan sedikit khawatir mengabarkan kalau fenomena tersebut bisa berdampak buruk terhadap bumi ini. “Fenomena Halo Matahari ini seperti jelang tsunami Mentawai beberapa waktu lalu,” sebutnya.

Mereka yang tadinya memotret segera menghentikan aktivitasnya. Mereka seolah terbawa perasaan dengan kata-kata pria tersebut. “Yo bana tu? Takuik wak jadinyo,” tukas seorang wanita yang sebelumnya ikut mengabadikan halo matahari.

Fenomena Halo Matahari terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Sejumlah mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang melihat fenomena alam ini menjadi ketakutan. Mereka mempercayai fenomena alam ini merupakan pertanda akan datang gempa.
Ini memang bukan kali pertama terjadi di Padang. Dahulu pada 21 Oktober 2010, langit Padang pernah dihiasi Halo Matahari. Fenomena ini pada saat itu dijadikan isu terjadinya gempa. Namun, isu ini mereda karena tidak ada hubungan antara Halo Matahari dengan bencana alam yang disampaikan oleh beberapa ahli yang bersangkutan.

Dari pantauan Singgalang di sekitar Kampus Unand, Limau Manis, Padang, Kamis (17/2) siang, Halo Matahari ini tampak jelas dan dekat. Ratusan mahasiswa mengaku melihat kejadian langka ini dengan seksama.
Salah seorang mahasiswa Unand, Rido Yamina, yang sempat mengambil foto penuh Halo Matahari dari pinggiran tangga lantai tiga gedung pusat kegiatan mahasiswa (PKM) Unand, mengaku ini memang bukan kali pertama Halo Matahari terjadi di Padang, dahulu pada 21 Oktober 2010, langit kota Padang pernah dihiasi Halo Matahari. Fenomena ini pada saat itu dijadikan isu terjadinya gempa di Padang. Namun, isu ini mereda karena Rido mendengar dan membaca faktanya, tidak ada hubungan antara Halo Matahari dengan bencana alam seperti gempa besar yang diisukan akan terjadi.

Sumber : Harian Singgalang

BINATANG PALING MESRA


Prairie dogs atau anjing padang rumput (Cynomys ludovicianus) adalah jenis hewan yang memiliki perilaku yang unik.

Semakin dilihat oleh banyak orang, hewan ini semakin menunjukkan kemesraan bersama pasangan atau temannya dengan cara berciuman dan berpelukan makin erat.

Hal itu terungkap dalam hasil penelitian Adam Eltorai dan timnya dari Washinton University. Mereka mempelajari 25 ekor anjing padang rumput berekor hitam yang berada di Kebun Binatang Saint Louis, Missouri.

"Dalam banyak situasi, anjing padang rumput bereaksi ketika dilihat, sama seperti ketika manusia bereaksi," kata Eltorai saat diwawancarai BBC. Anjing padang rumput adalah jenis hewan pengerat yang habitat aslinya di padang rumput Amerika Utara.

Eltorai melanjutkan, "Ketika lebih banyak orang melihat, anjing padang rumput dewasa makin menunjukkan kasih sayang. Saling menyentuh dan mencium, serta sedikit berkelahi." Kadang, ciuman juga disertai belaian dan pelukan.

Menurut Eltorai, hewan ini memiliki cara mengasihi yang sama kebanyakan manusia. Anjing padang rumput bisa saling menyentuh bibir satu sama lain dan kadang membuat kontak dengan lidah.

Con Slobodchikoff dari Northern Arizona University yang mempelajari anjing padang rumput selama 30 tahun mengatakan bahwa kasih sayang anjing ditunjukkan lebih dari sekedar ciuman. Mereka juga saling memperingatkan bila ada predator.

Anjing padang rumput tidak memiliki satu 'panggilan' bahaya, tapi sekumpulan suara yang berfungsi memperingatkan. Suara yang diproduksi hewan ini, menurut Slobodchikoff, sangat berperan dalam komunikasi dan terdiri dari setidaknya 100 kosa kata.

Sumber : Kompas Indonesia